PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
PsikofarmakologiPsikologi Klinis

antidepresan trisiklik (TCA)

tricyclic antidepressant (TCA)

Ringkasan Singkat

Golongan obat antidepresan awal yang bekerja dengan memblokir ambilan kembali neurotransmiter monoamina tetapi memiliki banyak efek samping.

setiap kelompok obat, yang dikembangkan pada 1950-an, yang merupakan obat lini pertama asli untuk pengobatan depresi. Mereka diduga bekerja dengan memblokir pengambilan kembali (reuptake) neurotransmiter monoamina (serotonin, dopamin, dan norepinefrin) ke dalam neuron prasinaps, sehingga meningkatkan jumlah neurotransmiter yang tersedia untuk berikatan dengan reseptor pascasinaps. Antidepresan trisiklik memiliki struktur molekul inti tiga cincin yang khas. Mereka dapat berupa amina tersier (misalnya, imipramine, amitriptyline) atau metabolitnya, yang merupakan amina sekunder (misalnya, desipramine, nortriptyline).

Efek samping TCA meliputi efek antikolinergik yang signifikan seperti mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi, dan retensi urin. Meskipun sangat efektif, TCA sekarang lebih jarang digunakan sebagai lini pertama dibandingkan SSRI karena toksisitasnya yang tinggi jika terjadi overdosis dan profil efek sampingnya yang berat. Namun, mereka tetap menjadi standar emas dalam hal efikasi klinis untuk kasus depresi berat yang resisten terhadap pengobatan lain.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • APA Dictionary of Psychology
  • Stahl, S. M. (2013). Stahl's Essential Psychopharmacology. Cambridge University Press.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback